Tips Lolos Wawancara User dan HRD

Tips Lolos Wawancara User dan HRD

Proses interview (wawancara) adalah tahapan untuk berkomunikasi secara langsung atau proses Tanya jawab antara pihak perusahaan/institusi dengan calon karyawan untuk klarifikasi kualitas kandidat secara soft skill dan hard skill. Pihak user adalah orang yang memegang posisi penting yang nantinya akan menjadi atasan langsung dari kandidat.

Proses interview menjadi bagian penting dalam tahapan seleksi rekruitasi dari pihak perusahaan swasta ataupun lembaga negeri. Hal ini penting untuk dilakukan untuk klarifikasi antara kualitas peserta di dalam dokumen (CV, Ijazah, Transkrip nilai, dan dokumen lainnya) dengan kualitas kemampuan aslinya pun sesuai. Hal ini disebabkan banyak dari calon kandidat yang kualitas di dalam dokumen tidak sesuai dengan kualitas kemampuan aslinya karena berbagai faktor seperti pemalsuan dan jenis penipuan lainnya.

Proses interview user adalah proses komunikasi langsung antara kandidat dengan orang yang nantinya akan menjadi atasan langsung yang menyangkut posisi yang sedang dilamar oleh kandidat. Sebagai contoh, seorang kandidat akan ditempatkan pada departemen Production Planning & Inventory Control (PPIC). Jika sejak awal sudah ditentukan posisi spesifik yang akan diambil seperti misalnya staf production planning, maka akan diberikan beberapa pertanyaan (25%) untuk mengetes pemahaman seputar PPIC dan sisa pertanyaan (75%) untuk mengetes pemahaman terkait pekerjaan dari staf production planning yang diketahui oleh kandidat. Jika posisi spesifik belum ditentukan, maka user seringkali memberikan pertanyaan tentang pemahaman PPIC secara umum dan melihat kemampuan menonjol yang ditunjukan oleh kandidat untuk selanjutnya disesuaikan dengan posisi yang ada.

Secara keseluruhan, pertanyaan yang diajukan oleh user tentunya berbeda tergantung pada tipe perusahaan dan posisi yang dipegang oleh user itu sendiri. Namun secara umum, tipe pertanyaan yang akan ditanyakan oleh user adalah sebagai berikut:

  • Alasan mengambil posisi yang dipilih oleh kandidat
  • Kesiapan menghadapi tekanan dari posisi yang dipilih
  • Cara untuk terus bisa berkembang
  • Cara membagi waktu antara pekerjaan dan urusan pribadi
  • Kemampuan eksisting yang dimiliki dan menunjang untuk posisi yang dipilih
  • Kesiapan untuk ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia


Kunci utama dalam proses interview user bergantung pada kemampuan kandidat dalam memahami karakteristik dari user yang dihadapi karena pada proses ini penilaian cenderung bersifat subjektif. Hal ini disebabkan para pemegang posisi memiliki hak prerogatif untuk memilih pekerja yang akan menjadi bawahannya yang tentu saja user cenderung melihat dari kesesuaian sifat, kebiasaan, cara bersikap, cara berkomunikasi, dan hal subjektif lainnya dari kandidat. Untuk itu, jika ternyata user yang dihadapi saat wawancara berbeda karakteristiknya, maka kandidat harus menyesuaikan jawaban untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan karakter dari user meskipun hal tersebut tidak sesuai diri sendiri misal user tipe yang serius namun kandidat tidak demikian, maka kandidat harus bersikap serius agar user melihat kandidat tersebut sesuai dengan karakternya. Hal ini dimaksudkan agar kandidat setidaknya berhasil lolos tahapan proses interview dan bergabung dengan perusahaan/institusi terlebih dahulu, untuk penyesuaian secara real-nya bisa dilakukan sambil jalan saat bekerja di perusahaan/institusi tersebut.

Proses interview HRD adalah proses komunikasi langsung antara kandidat dengan pihak HRD dari perusahaan/institusi terkait pemahaman lebih lanjut dari pihak HRD terhadap kualifikasi dari kandidat. Seringkali terdapat informasi yang masih ambigu dalam dokumen yang diberikan oleh kandidat sehingga perlu dipastikan dan diperdalam lagi dalam proses wawancara. Untuk itu, penting bagi kandidat untuk memahami dan mengingat segala hal yang tercantum pada dokumen seperti CV, Ijazah, Transkrip nilai, dan dokumen lainnya. Setelah mendalami tentang informasi lebih lanjut pada dokumen, pihak HRD seringkali menanyakan terkait kemampuan dan kesiapan terhadap posisi yang dipilih jika posisi spesifik telah ditentukan, sedangkan jika posisi spesifik belum ditentukan, maka pihak HRD akan bertanya secara keseluruhan untuk melihat potensi kandidat.

Secara keseluruhan, pertanyaan yang diajukan pihak HRD pun tergantung pada tipe perusahaan dan posisi yang dipilih oleh kandidat. Namun secara umum, tipe pertanyaan yang akan ditanyakan oleh pihak HRD diantaranya:

Kunci utama dalam proses interview HRD bergantung pada kemampuan kandidat dalam menjelaskan seluruh kualifikasi dengan jelas dan sistematis karena pada proses ini penilaian cenderung bersifat objektif. Hal ini disebabkan pihak HRD ingin mengambil kandidat yang memiliki kualifikasi terbaik agar ketika di dalam perusahaan/institusi dapat memberikan kontribusi yang maksimal dan tidak memerlukan banyak pelatihan sehingga akan menghemat keuangan perusahaan. Untuk itu, penting bagi kandidat untuk mencermati tugas dan tipe dari posisi yang dipilih, lalu berikan penjelasan dengan jelas dan sistematis bahwa kemampuan yang dimiliki akan mampu mengemban tugas dari posisi tersebut, kemudian jika memiliki kemampuan tambahan yang mendukung posisi dapat dijelaskan setelahnya. Jika kandidat memiliki kemampuan yang ternyata tidak mendukung posisi yang dipilih, maka harus disebutkan di akhir dengan sedikit penjelasan agar kandidat terlihat memiliki multi-talenta.
  • Identitas diri (nama, tingkat pendidikan, jurusan)
  • Aktivitas akademik dan non-akademik yang dilakukan saat masa perkuliahan (bagi yang freshgraduate)
  • Posisi dan proyek apa saja yang pernah dilakukan di perusahaan/institusi sebelumnya (bagi yang berpengalaman)
  • Alasan memilih perusahaan/institusi tersebut
  • Kemampuan eksisting apa saja yang dimiliki (terutama kemampuan mengoperasikan software)
  • Kesiapan untuk ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia

Kesimpulannya, proses interview merupakan tahapan untuk mengkonfirmasi data dan meyakinkan pihak user maupun HRD bahwa kandidat memang memiliki kualifikasi yang mumpuni sehingga layak untuk diterima di perusahaan/institusi terkait. Untuk itu, penting bagi kandidat agar mampu menjelaskan kemampuan dimiliki dengan jelas dan sistematis. Selain itu, kemampuan apapun yang dimiliki oleh kandidat hendaknya disebutkan agar menambah citra diri di depan user atau pihak HRD. Hal penting lainnya yaitu kandidat harus mencantumkan kemampuan pada dokumen (seperti CV) dan menjelaskan pada saat wawancara tentang kemampuan yang memang benar-benar dimiliki (bukan rekayasa). Jika memang kandidat hanya mengetahui sedikit terkait suatu bidang hendaknya dijelaskan apa adanya, misal kandidat hanya memiliki pemahaman teori seputar software SAP, namun tidak mampu mengoperasikan software-nya secara langsung, maka cukup dijelaskan secara jelas dan jujur agar kedepannya tidak menjadi citra buruk bagi diri yang bisa berdampak blacklist pada diri kandidat maupun almamater asal dari kandidat sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
Sekian informasi yang bisa admin berikan semoga bermanfaat untuk pembaca sehingga pembaca akan lebih paham dan jelas bagaimana tips lolos wawancara dengan HRD dan User. Dan anda akan segera mendapatkan 

Share This :